Di zaman yang semakin mengalami perkembangan ini banyak kebutuhan perangkat lunak yang semakin meningkat. Perangkat lunak tersebut juga tidak langsung jadi secara mudah seperti memasak telor ceplok, melainkan melalui tahapan-tahapan menurut metode pengembangan yang digunakan oleh developernya. Seperti yang kita(anak-anak TI) tahu ada berbagai macam metode pengembangan perangkat lunak, seperti Waterfall, Prototype, RAD, Incremental, Spiral Boehm,dan Agile beserta jenis-jenisnya.
Dan kali ini saya sebagai penulis artikel ini akan membahas tentang metode Waterfall dan Incremental. Mari siapkan cemilan, minuman, catatan kecil, tak lupa komentar teman semua. Oo iya LIKEnya juga whakakaka. Biar gak terlalu tegang. Oke saya mulai pembahasannya, simak baik-baik ya.

Tahapan Metode Waterfall
Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan: requirement (analisis kebutuhan), design sistem (system design), Coding & Testing, Penerapan Program, pemeliharaan.
Kelebihan metode Waterfall
Keunggulan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi. Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan metode Waterfall
Kelemahan pengembangan software dengan metode waterfall yang utama adalah lambatnya proses pengembangan perangkat lunak. Dikarenakan prosesnya yang satu persatu dan tidak bisa diloncat-loncat menjadikan model klasik ini sangat memakan waktu dalam pengembangannya. Disisi lain, pihak klien tidak dapat mencoba sistem sebelum sistem benar-benar selesai pembuatannya.
2.Metode Incremental
Incremental model adalah model pengembangan sistem pada software engineering berdasarkan requirement software yang dipecah menjadi beberapa fungsi atau bagian sehingga model pengembangannya secara bertahap. dilain pihak ada mengartikan model incremental sebagai perbaikan dari model waterfall dan sebagai standar pendekatan topdown.


Tahapan metode Incremental
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan. Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap increment. Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada incremental model, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. Tim spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua, dan seterusnya. Jadi, tidak harus menunggu modul pertama selesai hingga dikirim ke user.
Kelebihan metode Increment
Kelemahannya metode Increment
Dan kali ini saya sebagai penulis artikel ini akan membahas tentang metode Waterfall dan Incremental. Mari siapkan cemilan, minuman, catatan kecil, tak lupa komentar teman semua. Oo iya LIKEnya juga whakakaka. Biar gak terlalu tegang. Oke saya mulai pembahasannya, simak baik-baik ya.
- Metode Waterfall

Tahapan Metode Waterfall
Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan: requirement (analisis kebutuhan), design sistem (system design), Coding & Testing, Penerapan Program, pemeliharaan.
- Requirement (analisis kebutuhan).
- Design System (design sistem)
- Coding & Testing (penulisan sinkode program / implemention)
- Penerapan / Pengujian Program (Integration & Testing)
- Pemeliharaan (Operation & Maintenance)
Kelebihan metode Waterfall
Keunggulan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi. Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan metode Waterfall
Kelemahan pengembangan software dengan metode waterfall yang utama adalah lambatnya proses pengembangan perangkat lunak. Dikarenakan prosesnya yang satu persatu dan tidak bisa diloncat-loncat menjadikan model klasik ini sangat memakan waktu dalam pengembangannya. Disisi lain, pihak klien tidak dapat mencoba sistem sebelum sistem benar-benar selesai pembuatannya.
2.Metode Incremental
Incremental model adalah model pengembangan sistem pada software engineering berdasarkan requirement software yang dipecah menjadi beberapa fungsi atau bagian sehingga model pengembangannya secara bertahap. dilain pihak ada mengartikan model incremental sebagai perbaikan dari model waterfall dan sebagai standar pendekatan topdown.


Tahapan metode Incremental
- Requirement , Requirment adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
- Specification, Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
- Architecture Design, adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
- Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
- Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan. Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap increment. Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada incremental model, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. Tim spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua, dan seterusnya. Jadi, tidak harus menunggu modul pertama selesai hingga dikirim ke user.
Kelebihan metode Increment
- Merupakan model dengan manajemen yang sederhana
- Pengguna tidak perlu menunggu sampai seluruh sistem dikirim untuk mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Increment yang pertama sudah memenuhi persyaratan mereka yang paling kritis, sehingga perangkat lunak dapat segera digunakan.
- Resiko untuk kegagalan proyek secara keseluruhan lebih rendah. Walaupun masalah masih dapat ditemukan pada beberapa increment. Karena layanan dengan prioritas tertinggi diserahkan pertama dan increment berikutnya diintegrasikan dengannya, sangatlah penting bahwa layanan sistem yang paling penting mengalami pengujian yang ketat. Ini berarti bahwa pengguna akan memiliki kemungkinan kecil untuk memenuhi kegagalan perangkat lunak pada increment sistem yang paling bawah.
- Nilai penggunaan dapat ditentukan pada setiap increment sehingga fungsionalitas sistem disediakan lebih awal.
- Memiliki risiko lebih rendah terhadap keseluruhan pengembagan sistem,
- Prioritas tertinggi pada pelayanan sistem adalah yang paling diuji
Kelemahannya metode Increment
- kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan
- Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung
- Harus Open Architecture
- Mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment.
oke gan
BalasHapussetelah di baca-baca, menurut saya perbandingan mencolok dari kedua sistem diatas adalah waktu, jika kebutuhannya atau prioritas nya adalah waktu, incremental akan lebih cepat daripada waterfall, meskipun hal tersebut dapat menjadikan incremental lebih besar resiko untuk tidak terintegrasi dengan sistem secara keseluruhan namun hal inilah yang menjadikan seorang ahli IT "hebat", ketelitian dan kecermatan dalam pembuatan dengan setiap tahapan sudah menjadi keharusan. good article
BalasHapus