*bunyi gendering,terompet sangkakala ,dan sekutunya
Jeng jeng jeng jeeeeeeng…
Okeh, jadi saat ini penulis jadi seorang master SDLC (buat yang
belum tau apa itu SDLC kesini aza).
Jadi buat yang masih bingung atau punya pertanyaan mengenai SDLC atau
pengembangan perangkat lunak silahkan ditanyakan ke master ini *di iyain aja ya
Terus, bagi siapa yang mau bertanya seputar masalah
pengembangan perangkat lunak langsung
aja kirimkan surat kilat ke
alamat dibawah ini.
*ceritanya ada banner alamat lewat
*ting tong, om pos datang ngantar surat
*sret sret buka amplop surat
…….
Okeh ini ada yang nanya.
Q:“kak? Bisa gak gaya lu gak sok asik. Geli tau gak. Eh, kak
tpi aku mau nanya loh, gmana klo misalnya developernya itu sekaligus pemilik
proyeknya bisa gak kak? Ceritanya bikin software sendiri gitu, bantu ya kak,aku bingung nih.hehehe thanks
yaa. {} -ERN”
Wih, sadis ya kata katanya, sakit… *srett mattin mp3.
Ceritanya ern ini yang ambo tolak abis jum’atan kemarin,
cakepnya overdosis tapi.. stop!!,jadi ngelantur -_____-.
Okeh buat ern yang
mut mutan ini, penulis coba analisa dulu ya.
*…. Bersemedi
Ceritanya ini foto penulis.
Heheheh, kelamaan ya? Liat aja foto penulis diatas biar adem,hehehe
Jadi gini ern, mungkin saja suatu produk ,dalam hal ini
perangkat lunak itu dibiayai,dibangun,dan di rawat oleh satu orang saja.karna
hakikatnya pengembangan produk dalam hal ini berupa software ini bertujuan
mencapai suatu fungsi,memudahkan pengguna,mengahasilkan efisiensi(waktu,biaya)
bagi penggunanya.
Timbul pertanyaan, apakah developer tunggal ini menghasilkan
produk yang berkualitas rendah?
Nah, bicara kualitas dalam membangun suatu perangkat lunak
ini ,mulailah timbul pengklasifikasian metodenya pengembangannya.
*buat metode lain,silahkan cek grup TIB
Oh iya, sampai mana tadi??
*penonton : klasifikasi metodeeeeeeee…..!!!!
Oh, kalian luarrr
biasaaaaaaa :*
Jadiiiiii, bagaimana pengklasifikasian metode pada developer
tunggal ini? .. yep benar sekali,,tinggal kita cocok kan dengan langkah langkah
pada berbagai permodelan perangkat
lunak.namun perlu di ingat bahwa developer tunggal ini umumnya digunakan
hanya pada produk untuk lingkup penggunaan kecil saja(pribadi,fungsi khusus).
Bingung?
Penggunaan secara pribadi ini, maksudnya sang empunya
software menciptakan produknya hanya untuk mencukupi suatu fungsi khusus,misalnya
yang dimiliki dosen Artificial intelligence saya Bapak Muhammad ihsan zul,profil.Beliau mengembangkan “ieval” sebagai suatu system yang memantau
pencapaian akademik para mahasiswa/I dan memberikan gambaran hasil akhir sang
mahasiswa pada matakuliah tersebut.Dosen saya ini mengembangkan ieval ini
karena kebutuhannya sebagai seorang pendidik.
Mungkinkah mengembangkannya
sendiri?
Tentu saja, karena mengembangkan software itu dasarnya
karena kebutuhan penggunanya.
oh iya, ini contoh sistem yang dikembangkan oleh dosen penulis pak Muhammad Ihsan Zul, monggo dilihat iasist:D
*buat inputannya berupa nama mahasiswa, contoh.
oh iya, ini contoh sistem yang dikembangkan oleh dosen penulis pak Muhammad Ihsan Zul, monggo dilihat iasist:D
*buat inputannya berupa nama mahasiswa, contoh.
Tentu saja tidak, namun semuanya itu tergantung cakupan atau
lingkup yang akan di tanggung oleh software tersebut,jika hanya untuk kebutuhan
khusus milik pribadi,penulis rasa tidak memerlukan bantuan dari pihak lain
dalam mengembangkannya.
Terus,metode pengembangan apa yang sebaiknya saya gunakan?
Sebelum membahas metodenya, seorang developer harus
mengetahui aspek dasar berikut ini:
Aspek pengelolaan awal,meliputi:
1.
Proses bisnis dari software yang akan
digunakan.maksudnya bagaimana software tersebut mencapai fungsi yang diinginkan
empunya software,ini berkaitan dengan input,output serta algoritma yang akan
digunakan nantinya.
2.
Calon pengguna system nantinya.ini berkaitan
dengan siapa saja yang berinteraksi dengan system setelah dikembangkan.
3.
Mampu mengestimasi seberapa rumit software yang
akan dikembangkan.
4.
Menentukan cara pengorganisasian yan baik
terhadap oengembangan perangkat lunak.
5.
Mampu melihat dan menemukan dan mengelola resiko
pengembangan software
6.
Membuat keputusan startegis dalam pengembangan
software.
1.
Penguasaan terhadap suatu bahasa
pemrograman.karena mengembangkan sendiri maka ini menjadi suatu keharusan bagi
individu yang akan mengembangkan suatu perangkat lunak.
2.
Mengelola kebutuhan,berkaitan bagaimana mencapai
fungsi yang sibutuhkan dari software yang sedang dikembangkan secara
sistematis,ingat SISTEMATIS.
3.
Analisis masalah dan solusi yang dibutuhkan
dalam mengembangkan software.ini membutuhkan pengetahuan mengenai proses bisnis
yang sedang dikembangkan.
4.
Rancangan,berkaitan dengan arsitektur
data,perangkat keras yang digunakan,pengguna system dan biaya dalam
mengembangkan suatu software.ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup dari
software yang sedang kita kembangkan.
Aspek pengendalian mutu:
1.
Diperlukan untuk mencapai kecepatan pengembangan
software dan ketepatan dari software yang akan dihasilkan.
Membahas metode yang akan digunakan, itu tergantung per
individu dalam mengembangkannya,ingat tiap tiap metode memiliki dampak yang
berbeda meskipun sama sama menghasilkan suatu produk yang memenuhi kebutuhan
dari penggunanya.
Sebagai contoh.
pak Ihsan mengembangkan ieval nya menggunakan metode prototype.kenapa prototype? Intinya prototype ini si pengembang mengkonsepkan sendiri kebutuhan apa dan proses bisnis yang akan dipenuhi oleh software lalu dalam mengembangkannya menggunakan ilmu hasil pembelajaran(pribadi,referensi), dan mencoba jalannya si software.hal ini dilakukan berulang ulang hingga mencapai fungsi yang dibutuhkan.
pak Ihsan mengembangkan ieval nya menggunakan metode prototype.kenapa prototype? Intinya prototype ini si pengembang mengkonsepkan sendiri kebutuhan apa dan proses bisnis yang akan dipenuhi oleh software lalu dalam mengembangkannya menggunakan ilmu hasil pembelajaran(pribadi,referensi), dan mencoba jalannya si software.hal ini dilakukan berulang ulang hingga mencapai fungsi yang dibutuhkan.
Oh gitu ya kak?
Yep, gitu ternyata.
Kelemahannya apa jika mengembangkan software sendirian?
Kelemahan nya terletak di lama proses pengerjaannya,
membutuhkan waktu yang lama dan budget dalam mengembangkannya secara otomatis
menjadi tanggungan si individu.
Oh, berarti bias dong ya mengembangkan software itu
sendirian?
Tentusaja, kembali lagi kepada pemenuhan kebutuhan, sama
hobi.
Okeh kak, makasih ya :D
Yep -_____________-
Referensi:
Gambar:
artikel terkait


Nice one broo (y)
BalasHapus:v setelah beberapa kali post lewat hp and ngandad trus..
BalasHapusgua mao ngomen si asik..
tapi kalau menurut gua sia sia ngomong panjang lebar mah...
orang kan kadang cuma cari ilmu nye doang..
sory ni...
tapi menurut gua bagus si...
makasih infonya (y)
BalasHapus